Profil Teman

Pada blog ini saya akan menceritakan tentang kedua teman baru saya di perkuliahan. Maing-masing dari mereka mempunyai pengalaman hidup masing-masing yang akan saya tulis di blog ini.

Tanti Harsiningsih. Lahir pada tanggal 18 Maret 1998. Tanti memiliki hobi menggambar dan membaca novel. Dia anak pertama dari 6 bersaudara. Dia suka warna apa saja kecuali HITAM. Makanan kesukaannya sama seperti saya yaitu Nasi Goreng. Buah kesukaannya Rambutan.

Cerita menarik dari Tanti adalah saat liburan dia disuruh orang tuanya untuk menjaga usaha bakpia di surabaya selama 4 bulan. Cuaca disana lebih panas daripada di Tangerang. sampai sampai orang disana jika keluar rumah harus menggunakan masker, kacamata, helm dan apapun yang bisa dipakai untuk menutupi seluruh tubuh dari teriknya sinar matahari. Dia tinggal di Surabaya bersama saudara, adiknya dan karyawan yang bekerja. Dia disana benar-benar jauh dari orang tuanya, katanya supaya dia bisa mandiri. Dia sama sekali tidak ada pengalaman untuk mengurus usaha apapun termasuk usaha bakpia. Alasan orang tua nya menyuruh dia untuk mengurus usaha bakpia itu karena orang tua nya tidak percaya dengan saudaranya yang mengurus disana.

Dia diberitahu apa saja yang harus dilakukan disana, seperti memantau para pekerja, menulis pengeluaran dan pemasukan uang, menghitung bs (kue yang basi) dari pedagang, membeli sayuran untuk karyawan, membeli bahan untuk membuat bakpia dan mengawasi saudaranya . Satu persatu saudaranya mengajarkannya. Tetapi kata dia yang paling sulit adalah ketika membeli bahan untuk membuat bakpia tapi dengan mengatur keuangan yang ada. misalnya pendapatan saat itu sedikit, sedangkan persediaaan minyak dan gula habis tapi terigu dan kacang ijo masih ada untuk 1 hari. otomatis harus membeli minyak dan gula. sedangkan harga gula itu 1 karung nya kurang lebih 600 ribu rupiah dan untuk 50 kg kacang ijo dan minyak butuh 10  derigen untuk 3 kali pembuatan. serta harus menyisihkan uang tersebut untuk pengeluaran esok hari (membayar uang harian karyawan dan membeli sayur). hal itu benar benar harus berpikir bagaimana dengan uang sekian harus cukup dengan segalanya belum lagi ada keperluan keperluan lain dan intinya harus pintar pintar mengelola keuangan.

kata dia kalau sedang dalam situasi sepeerti itu dia meminta pendapat dari orang tua yang lebih berpengalaman. walau pun sudah ada solusi terkadang dia sangat ingin untuk pulang. Dia selalu bertanya setiap kali sedang dengan orang tua. Tetapi orang tuanya selalu bilang akan mengunjunginya tanggal sekian tapi selalu tidak jadi. dia hanya bisa makluminya karena orang tuanya mungkin masih ada urusan di Tangerang dan dengan terpaksa dia harus bertahan hidup sendiri sampai orang tuanya mengunjunginya. Untuk pemasaran kuenya dilakukan dengan cara di titipkan ke warung warung oleh pedagang. prinsip jualnya itu dari perusahaan yang menjual ke pedagang, lalu nanti pedagang setor uang sesuai kue yang habis. jualnya itu 1 toples (isi 50) 34.000 untuk pedagang. pedagang jual kewarung 40.000. Tetapi kalau masalah kue basi itu ditanggung oleh perusahaan, otomatis hal tersebut yang membuat rugi. sedangkan warung disana setiap jam 12 tutup dan baru buka jam 5 sore otomatis yang dagang harus berjualan pagi pagi sampai siang baru pulang. Jadi dia bingung kalau berangkat siang waktu nya tidak keburu dan kue belum tentu habis. makanannya ada pentol (nama lain dari bakso), sempol dan sayur asem disana berbeda dengan di Tangerang. kalau disana hanya memakai toge, asem, kacang panjang dan labu. Tidak terasa 4 bulan dia lalui disana dan ortang tuanya datang. Pas sekali saat itu tidak lama lagi memasuki bulan puasa otomatis usaha kuenya  di berhentikan, jadi orang tua sekalian jemput dia dan karyawan.


Tasya Mafirah. Lahir pada tanggal 23 November 1999. Dia mempunyai hobi menggambar, menonton TV dan bermain laptop. Dia anak ke-2 dari 3 bersaudara. Makanan kesukaannya Ayam Goreng. Buah kesukaannya adalah Mangga dan Jeruk.

Cerita menarik dari Tasya adalah saat dia kelas 2 SMK. Di SMK setiap siswa siswi yang sudah menduduki kelas 2 dia akan menjalani sebuah praktek kerja lapangan atau yang disebut dengan PKL. Saat itu dia bingung untuk memilih tempat pkl yang dia tuju.. karna berhubungan dengan Multimedia dia ingin memasuki tempat pekrerjaan pertelevisian. Tetap saat itu dia terlambat untuk mengirimkan CV dikarenakan kuota yang mengirimkan CV telah mencampai batas. Sehingga dia dan kedua temannya tidak mendapatkan tempat kerja lapangan tersebut. Tetapi teman yang lainya sudah medapatkan tempat kerja di ANTV yang membuat Tasya kecewa. Saat itu dia sudah kebingungan dan pasrah untuk memdapatkan tempat pkl yang dia inginkan. Tetapi dia berpikir lagi untuk mencarinya.

Dia meminta bantuan guru pembimbingnya untuk menyarankan tempat kerja yang layak dan sesuai dengan kejuruan nya. Lalu guru pembimbing Tasya menyarankan Tasya untuk bekerja di
KANDANK JURANK DOANK yang dijalankan dan didirikan oleh artis yang bernama DikDoank. Kata Tasyatempat kerja nya cukup bagus, mereka berkecimpung dibagian desain poster perfilman pendek dan karyawisata. Ada banyakk tempat permainan seperti Arung Jeram, Flying Fox dan masih banyak lagi. Saat itu dia mendapatkan kerja disana dan di interview langsung oleh Dik Doank. Untuk pertama kalinya Tasya melihat seorang artis secara langsung. Dia senang sekali bisa bertemu dan bekerja dengan Dik Doank walaupun hanya 3 bulan. Saat dia diterima disana dia melakukan pekerjaan yang bertahap, mulai dari yang mudah, sederhana sampai yang sulit. Seperti membuat poster, mengedit film pendek, mengatur sound system dan banyak hal lainnya. lalu dia juga sempat berfoto dengan Dik Doank saat terakhir dia bekerja di KANDANK JURANK DOANG. Dia juga mendapatkan banyak ilmu yang bermanfaat dari tempat tersebut.





Comments

Popular posts from this blog

Profil Fernanda Rafifah